Selasa, April 28, 2009

Ancaman Tambang Rakyat Terhadap Lingkungan

Pengetahuan masyarakat tentang tambang berbasis lingkungan masih minim. Akibatnya, aktivitas tambang minyak rakyat menjadi ancaman bagi lingkungan hidup. Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sudiartono. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengarahkan dan menyediakan sarana agar laju kerusakan akibat tambang minyak rakyat dapat dikurangi. Sudiartono mengatakan, lingkungan di sebagian besar tambang rakyat rusak parah. Contohnya, tambang Wonocolo, Cepu, Jawa Tengah. Selain karena proses penambangan, kerusakan lingkungan disebabkan karena pengolahan limbah yang buruk. Di sebagian besar tambang rakyat, limbah dibuang tanpa diolah. Padahal, sebagian besar limbah mengandung zat-zat yang perlu dinetralisir, yaitu salah satunya adalah air formasi. Biasanya air formasi yang keluar bersama minyak di sumur tradisional langsung dibuang ke sungai. Padahal, air formasi mengandung minyak dan garam dengan kadar tinggi sehingga bisa menjadi mematikan bagi organisme di dalam sungai. Indonesia hanya mampu memenuhi 900.000 barrel minyak bumi per hari dari total kebutuhan sebanyak 1,3 juta barrel. Jadi, sumber energi alternatif perlu dikembangkan menjadi sumber energi alternatif yang dapat terbarukan serta ramah lingkungan.

1 komentar: